Si Kecil Nangis Melulu Bukan Berarti Stres Ditinggal Mama

  • November 13, 2019

BAYI menyikapi hal-hal yang tidak nyaman pada dirinya dengan isakan, tangis yang kuat, dan terkadang berlangsung lama sehingga tak jarang orang mengasumsikan si kecil sedang stres. Padahal, itu tidak benar, mengingat tangisan merupakan satu-satunya cara bayi untuk berkomunikasi atau menyampaikan keinginannya kepada orang yang ditemuinya. Jika bayi sakit, entah itu fl u, batuk, demam, ada masalah pada kulitnya, hal ini murni karena ia memang sakit yang penyebabnya bisa bermacam-macam. Mulai terinfeksi virus/ bakteri hingga mengalami trauma, semisal jatuh dari ketinggian sehingga membuatnya menjadi rewel/lemas, dan atau panas tinggi.

Buah Pertamaku

DI USIA 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI. Salah satunya, buah. Awalnya, Mama dapat memberikan buah pepaya dalam bentuk cair. Pilih pepaya yang benar-benar matang lalu haluskan. Campur dengan air hingga konsentrasinya cair. Berikutnya, Mama dapat mengenalkan buah pisang, jeruk, dan tomat. Sama seperti pepaya, jeruk atau pisang dilumatkan dan dicampur air yang banyak. Untuk tomat, saat diberikan, kulit ari dan biji tomat harus dipisahkan terlebih dahulu karena keduanya tidak dapat diolah dengan baik oleh pencernaan bayi. Tomat juga harus direbus lebih dahulu setelah dicuci bersih, lalu disaring untuk diambil airnya.

Tidur Tengkurap

POSISI tengkurap membuat bayi lebih nyaman, tidurnya pun nyenyak, hingga bisa mengurangi tangisnya. Bahkan, hanya dengan tidur tengkurap, gerak pernapasan dan perkembangan motoriknya lebih baik. Kelak, si kecil lebih cepat mampu tengkurap sendiri dengan baik. Nah, ini akan mempermudahnya dalam menapaki kemampuan motorik kasar selanjutnya, berguling, merangkak, berdiri, hingga berjalan, dan seterusnya. Tidur tengkuran dapat mencegah terjadinya kepala gepeng atau peyang. Ingat, tidur dengan satu posisi terusmenerus, seperti telentang atau miring, bisa menyebabkan kepala gepeng. Akan tetapi untuk bayi dengan kelahiran prematur hal ini tidak disarankan untuk tidur tengkurap. Karena berkaitan dengan fungsi organ dalam tubuh yang kurang matang.

Simak juga informasi lengkap lainnya mengenai tempat terbaik kursus IELTS Jakarta sehingga mendapatkan persiapan yang matang.

Pelaksanaan Potty Training

  • Oktober 30, 2019

Sebelum memulai program, kosongkan jadwal Mama di akhir pekan. Pastikan sepanjang 3 hari di akhir pekan memang difokuskan pada potty training. Pastikan pula, Papa bisa menyediakan waktu luang di akhir pekan tersebut untuk mendampingi Mama melaksanakan program ini.

  • Hari pertama program potty training. Dampingi batita segera setelah bangun, ajak ke toilet untuk buang air, manfaatkan potty di toilet. Namun, bila diamati si batita sudah tidak tertahankan, beri kesempatan padanya untuk buang air di kamar tidur dengan menggunakan potty. Umumnya setiap bangun tidur, anak memiliki rutinitas BAK dan BAB. Sepanjang hari itu, tugas Mama dan Papa adalah mengamati tandatanda bila si batita akan buang air.

Atur waktu dengan membuat perkiraan, kapan waktu si batita akan berkemih atau buang air besar. Umumnya, pagi hari sebelum banyak beraktivitas, selanjutnya menjelang siang setelah minum susu atau mengonsumsi makanan selingan dan siang hari setelah makan siang atau menjelang tidur siang, terakhir sore hari menjelang mandi. Nah, menjelang waktu atau jadwal berkemih, siapkan potty di ruangan yang dekat dengan aktivitas si kecil.

Jangan lupa berikan penghargaan atau pujian, bila si kecil berhasil bertoilet. Cukup dengan pelukan atau acungan tanda jempol, ini akan semakin menambah rasa percaya diri si anak. Setelah 10—12 kali, umumnya anak-anak akan mulai menggunakan toilet secara mandiri. Ketika anak mengalami “kecelakaan”, jangan katakan, “Tidak apa-apa.” Sebaliknya, katakan dengan suara kecewa bahwa buang air besar atau kecil harus ke toilet. Bantu anak membersihkan bekas buang airnya dengan meletakkan tangan Mama di atasnya.

Tapi jangan berteriak kepada anak ataupun menunjukkan ekspresi malu ketika terjadi “kecelakaan.” Sebelum waktu tidur siang dan waktu tidur malam, beri tahu anak bahwa sudah waktunya untuk ke toilet. Jangan pernah melontarkan kata permintaan, karena biasanya anak akan mengatakan tidak. Sebaiknya sepanjang hari pertama program ini tidak bepergian atau keluar rumah agar lebih mudah melakukan pengamatan.

  • Hari kedua program potty training. Pada hari kedua ini sama dengan hari pertama, terapkan aturan yang sama dengan hari pertama. Satu-satunya perbedaan adalah pada hari kedua ini, Mama bisa mengajak batita pergi keluar bersama-sama. Melalui kegiatan ini, Mama dapat menyampaikan penggunaan toilet sebelum meninggalkan rumah.

Dengan cara ini, Mama dapat “melatih anak untuk buang air kecil pada perintah” sebelum pergi keluar. Ketika pergi keluar, jangan kenakan pospak, biarkan anak memakai celana biasa. Ini sekaligus memberikan pemahaman bahwa bila bepergian tidak lagi menggunakan pospak, hanya mengunakan celana biasa. Untuk berjaga-jaga bila terjadi “kecelakaan”, bawa pakaian cadangan secukupnya. Untuk lokasi bepergian disarankan yang dekat dengan rumah. Sebelum keluar, minta anak untuk bertoilet.

  • Hari ketiga program potty training. Ikuti petunjuk untuk hari pertama, tapi pada hari ketiga, Mama bisa mengajak batita pergi keluar selama satu jam di pagi hari dan satu jam di sore hari. Setiap kali akan keluar, biasakan anak menggunakan toilet sebelum meninggalkan rumah. Jangan lupa membawa potty perjalanan dan pakaian ganti.

Setelah hari ketiga ini, umumnya batita sudah terbiasa dan lancar dengan potty training. Agar program ini benar-benar berhasil, upayakan selama 3 bulan ke depan, Mama dan Papa menerapkan aturan-aturan yang sama dengan program potty training. Wajar bila terjadi beberapa kali “kecelakaan” dalam menjalankan program ini. Terapkan aturan yang sama dengan ketika menjalan program. Semoga setelah 3 bulan, sudah tidak ada lagi “kecelakaan” program.

Simak juga rekomendasi tempat kursus TOEFL IBT Jakarta terpercaya untuk Anda yang akan mengikuti tes TOEFL.

Ragam Mainan dan Permainan

  • Oktober 17, 2019

Mama Papa pastilah ingat, mainan/permainan untuk si kecil perlu disesuaikan dengan usianya. Tapi seperti apa gambarannya, kami memberikan sekelumit panduannya untuk Anda.

1. Usia 0—6 Bulan Permainan sederhana yang dapat diberikan:

* Permainan ekspresi muka. Tersenyumlah pada bayi, lalu tertawalah. Lain waktu, tunjukkan ekspresi kaget, menangis, dan sebagainya.

* Sodorkan tangan untuk dimainkannya. Tambahkan suara yang menarik agar bayi menoleh ke arah Mama. “Hmmm… brum brum brum ciiiiittttt….” * Manfaatkan kain berwarna, pancing bayi dengan mengibarkan kain itu ke kanan dan kiri. Permainan ini baik untuk stimulasi indra penglihatan bayi.

* Untuk usia ini, beberapa mainan yang bisa menjadi koleksi di rumah adalah: ¦ Kerincingan berwarnawarni, pilih yang bentuknya mudah digenggam bayi. ¦ Boneka atau mobil-mobilan yang bisa mengeluarkan suara. Selain baik untuk mengasah indra perabanya, indra pendengarannya pun ikut terstimulasi. ¦ Mainan yang aman dimasukkan ke mulut, seperti teether. Jangan lupa, di tahap ini bayi senang mengambil apa pun untuk dimasukkan ke dalam mulut. Teether juga baik untuk merangsang giginya tumbuh.

  1. Usia 6—9 Bulan

* Bermain bola. Pilih bola yang lunak, jika perlu yang ada suara sehingga ia mau menangkapnya.

* Pada usia sekiar 8 bulanan, ia bisa diajak bermain galon air kosong. Ini dapat membantunya belajar berjalan karena galon air yang kosong ini ringan sehingga bayi kuat untuk mendorong maju dan akhirnya berjalan.

* Berdiri dekat dinding atau biarkan ia memegang gorden sebagai media untuk berjalan. Pastikan gorden dalam keadaan bersih dari debu dan kotoran. Bila perlu, siapkan tisu basah agar tangan bayi terjaga kebersihannya.

* Pasel sederhana. Mainan ini akan merangsang kemampuan motorik halus dan visualnya.

  1. Usia 9—12 Bulan * Ciptakan permainan dua arah, seperti: bermain gelinding bola atau bertepuk tangan. * Bermain cilukba. Meski sederhana, permainan ini membuat bayi belajar bahwa sesuatu yang hilang (wajah yang ditutup) tidak akan hilang selamanya, tapi akan muncul kembali. Ini akan membuatnya tahu ketika ia ditinggal maka papa mama akan datang lagi untuk dia.

* Coba ajukan berbagai pertanyaan sederhana yang membuat bayi belajar berpikir untuk “memberikan jawaban”. Apa pun jawabannya, berikan respons positif. Misal, “Nak, Papa ke mana, ya?” Tunggu sebentar untuk mendengar “jawabannya”. Misal dia berkata tak jelas “pa…pa… ja…” “Oh kerja, iya, Papa lagi kerja.” Meski jawabannya masih tak jelas, yakinlah mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan baik untuk perkembangan otaknya.

* Berikan gelas, piring, sendok, dan garpu plastik. Saat ia memegangnya, jelaskan kegunaannya, tetapi jangan menghambat daya imajinasi bayi. Misal, tiba-tiba ia menaruh piring makannya di atas kepala, seakan sebuah topi. Biarkan saja agar fantasinya berkembang.

* Mobil-mobilan yang berjalan bila dikayuh oleh kaki. Ini akan merangsang keterampilannya berjalan.

* Flash card. Kartu-kartu bergambar ini akan membantu menambah kosakatanya. Dari namanama binatang, buah, sayuran, dan lainnya.

Bermain Membuat Cerdas

  • Oktober 17, 2019

Bermain merupakan media belajar bagi bayi. Mungkin Mama dan Papa sudah melakukannya setiap hari dengan buah hati, tapi belum menyadari akan berbagai manfaat yang bisa dipetik. Nah, kali ini kami menurunkan 5 manfaat bermain bagi bayi:

  1. Mengoptimalkan kemampuan motorik kasar. Saat ia berusaha bermain bola, ia akan merangkak. Nah, ini secara tak langsung akan menstimulasi kemampuan motorik kasar bayi. Seiring usianya, berbagai permainan aktif akan mendorongnya untuk berdiri, berjalan, berjinjit, berlari, hingga melompat. Semua gerakan ini akan menjadikan bayi tumbuh menjadi anak yang tangkas dan energik. Kesimbangan tubuh dan otak pun menjadi optimal. Ada lo bayi yang kebanyakan diam, sehingga gagal mengembangkan kemampuan motorik kasarnya. Nah, mereka ini umumnya akan memiliki keseimbangan tubuh yang terganggu. Dampak selanjutnya? Ia pun menjadi anak yang malas berkegiatan, mudah lelah. pembosan, dan jadi sering marah-marah.
  2. Mengoptimalkan kemampuan motorik halus. Gerakan-gerakan sederhana, seperti saat ia menggoyang-goyangkan kerincingannya, secara tak langsung akan menstimulasi kemampuan motorik halus bayi.
  3. Mengoptimalkan kemampuan berbahasa. Untuk itulah, saat mendampinginya bermain, ajak ia bicara dengan bahasa yang benar (tanpa dicadel-cadelkan). Jelaskan dengan kalimat sederhana tentang permainan itu, nama mainannya, warnanya, dan sebagainya. Meski bayi belum memahami dengan sempurna apa yang kita ucapkan, stmulasi ini akan membuat keterampilan berbahasanya jauh lebih baik. Kelak ia akan mampu berkomunikasi dua arah dengan terampil, mampu menggabungkan beberapa kata dengan ekspresi wajah yang tepat, dan mampu mengeluarkan keinginan hatinya.
  4. Mengoptimalkan kemampuan sosial dan kemandirian. Pada dasarnya bayi senang kok bermain dengan orang lain. Nah, ini yang akan mengembangkan keterampilan bersosialisasinya. Dengan bermain bersama, ia akan terlatih untuk berbagi, berempati, suka membantu, dan kooperatif
  5. Mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Tahukah Anda bayi yang kurang mendapat kesempatan bermain, cenderung lamban perkembangannya? Kondisi ini kerap terjadi pada bayibayi dengan budaya tertentu yang harus digendong terus dan tidak boleh menginjak lantai. Akibatnya, kemampuan gerak tangan dan kakinya pun terhambat. Jadi, jangan segan mengajak bayi untuk bermain aktif. Balap merangkak, misal. Setiap gerakan yang dilakukan bayi akan merangsang sinaps otaknya dan menjadikannya lebih pintar. Dengan sering bergerak, bayi pun akan tumbuh sehat. Nah, jadwalkan untuk bermain dengan buah hati hari ini. Agar permainan semakin seru namun tetap aman, silakan terapkan rambu-rambu bermain di bawah ini!

Berikut adalah informasi lebih mengenai tempat les bahasa Jerman terbaik di Jakarta.