Sportscar Aston 4-Doors

  • Maret 27, 2019

Baru tahun ini Aston Martin resmi menancapkan taringnya di Indonesia. Sebuah jalan yang lantas mempertemukan kami dengan saloon sport 4 pintu, Aston Martin Rapide S. Ini adalah model generasi kedua setelah era Rapide berakhir di 2013. Dari segi tampilan ia hanya berubah di wajah depan. Desain grill yang sebelumnya terbagi dua, kini dibuat menyatu sehingga terlihat lebih lebar dan garang. Sisanya, tampilan eksterior nyaris tidak ada perubahan. Mulai dari headlamp, kap mesin, buritan dengan lekuk ducktail, lampu belakang, serta sepasang knalpot, masih begitu identik dengan tampilan Rapide sebelumnya.

Untungnya, Rapide S dibekali tongkrongan pelek yang lebih modern berukuran 20 inci. Ia nampak pas menopang tampilan dan mempertahankan kesan elegan dari mobil sepanjang 5 meter ini. Untuk masuk ke kabin, kami disambut tuas pintu horizontal yang unik. Desain tuas yang mungil ini, cukup membuat kami kewalahan saat harus membuka pintu. Oh ya, saat pintu terbuka penuh, terlihat kalau bukaannya cendrung terbuka naik alias semi gullwing di keempat pintu. Kesan nyaman kami rasakan saat duduk di jok semi bucket. Kulit jok yang halus dan empuk, kian menyenangkan dengan sistem pengaturan yang sudah elektronis dan dilengkapi memory seat.

Hal unik yang disuguhkan Rapid S di kabin ialah penempatan lubang kunci kontak. Ia rupanya ada di tengah dasbor dan tersamar bersama jajaran tombol transmisi. Mekanisme menghidupkan mesin cukup praktis seperti sistem engine start/stop meski bukan berupa tombol. Luapan ener gi langsung tera sa saat mesin 5.935cc dengan kon­ gurasi V12 dihidupkan. Awalnya ia menyalak begitu keras, namun saat idle terdengar semakin halus. Harus diakui lagi jika tingkat kesenyapan kabin Rapide S sudah begitu optimal. Tidak ada gerakan menggeser persneling, karena semua komponen transmisi tersaji dalam bentuk tombol.

Penasaran, kami memilih opsi mode kendara Sport. Laju mobil terasa sangat impresif. Hal ini tidak berlebihan mengingat tenaga melimpah mencapai 560 dk dengan torsi 630 Nm. Rapide S juga beruntung karena didukung penyempurnaan sistem transmisi otomatis 8 percepatan Touchtronic III. Evolusi yang diberikan ZF dimana Rapide sebelumnya hanya mengusung transmisi otomatis 6 percepatan. Hanya keterbatasan arealah yang membuat kami urung mencoba sprint 0-100 km/jam yang diklaim tuntas hanya dalam 4,4 detik saja.

Hal ini luar biasa, meng ingat bobot mobil mencapai hampir 2 ton. Impresi berken dara yang disuguhkan Rapide S murni seperti sportscar. Respon laju sa ngat sinkron begitu pedal gas diinjak. Didukung lingkar kemudi yang mantap dan presisi pada gerakan membelok sekecil apapun, membuat rasa berkendara menjadi menyenangkan. Di luar keganasan mesin, inilah mobil sport yang mengakomodir kebutuhan keluarga yang dinamis. Kabin model 2+2 sangat memadai untuk empat orang dewasa sekalipun.

Bahkan meski desain atap terlihat menukik di belakang, ruang kaki dan kepala di bangku baris kedua tersaji begitu lega. Nuansa hiburan juga jadi poin plus Rapide S. Sistem tata suara didukung merek kenamaan Bang & Olufsen berkekuatan 1.000 watt terdengar lebih dari cukup. Bahkan ruang bagasi juga seolah berlomba memberikan yang terbaik. Kargo dirancang cukup untuk menampung 1 tas golf beserta 4 tas lain berukuran sedang. Area ini juga bisa diperluas ketika sandaran punggung di kedua sisi jok baris kedua dilipat rata.

BMW X6 Seperti Memiliki Indra Keenam

  • Maret 27, 2019

Generasi terbaru BMW X6 sudah di perkenalkan di Indo nesia pada Ju ni lalu. Cuma dipasarkan satu model, yaitu BMW X6 xDrive35i yang dibekali mesin bensin 6- silinder segaris 3.000 cc berteknologi TwinPower Turbo, Valvetro nic, Double VANOS, dan High Precision Injection. Saat mengikuti BMW xDrive Adventure di Chiang Rai, Thailand pa da akhir juli lalu, saya bertemu dengan versi dieselnya. BMW xDrive30d merupakan mobil terakhir yang saya jajal di acara tersebut. Ia menjadi sebuah encore dalam petualangan selama 2 hari bersama keluarga Seri-X BMW.

SUV ini pakai mesin diesel 6-silinder segaris dengan teknologi common-rail direct injection dan TwinPower Turbo. Mesin yang dikombinasikan transmisi otomatis 8-speed ini mampu menghasilkan tenaga 258 dk dan torsi puncak 560 Nm. Mesin ini sangat bertenaga. Walau diset di mode ECO Pro atau Comfort, ia dapat dengan mudah melahap tanjakan panjang yang banyak ditemui di wilayah ini. Apalagi ketika mode Sport aktif, tenaga yang disalurkan lebih beringas. Tekan sedikit pedal gas, mobil langsung melaju cepat.

Transmisi otomatis 8-speed X6 juga bereaksi dengan sigap. Perpindahan gigi, naik atau turun, berlangsung dengan cepat. Walau begitu pergantiannya berlangsung dengan halus. Ini membuat nafsu untuk mengeksplorasi performanya enggak pernah padam. Apalagi ia didukung sasis bagus, suspensi canggih, dan teknologi sistem penggerak roda permanen xDrive. Walaupun bodinya besar dan bobot 2.140 kg, X6 selalu bisa melibas tikungan dengan gerakan bodi minimal dan traksi optimal di semua roda.

Sistem ini membuat mobil seperti memiliki “sixth sense”. “Indera keenam” yang mampu mendeteksi terjadinya understeer atau oversteer. Sebelum hal tersebut terjadi, xDrive akan mencegahnya. Sehingga mobil tetap stabil melewati tikungan dengan traksi melimpah Walau begitu, kemampuan meredam guncangannya enggak dikorbankan. Bantingan suspensi terasa lembut kala melewati jalanan berbatu atau berlubang.

Kualitas seperti ini jarang ditemui di sebuah SUV. Salah satu kelemahan X6 ada di soal kepraktisan, khususnya pada bagian bagasi. Posisi lantai bagasi tergolong tinggi cukup merepotkan kala memasukan barang yang berat dan besar. Posisi bukaan bagasi pun tergolong tinggi. Cukup menyulitkan untuk menekan tombol penutupnya bagi orang Indonesia dengan tinggi rata-rata. Satu lagi, blind spot di area belakang cukup besar. Ini karena bentuk atap yang menyerupai coupe dan kaca belakang yang ukurannya kecil. Untungya X6 dibekali teknologi kamera parkir, jadi mudah untuk memantau kondisi bagian belakang mobil.