Ekspor Teh Semakin Meningkat

Ekspor Teh Semakin Meningkat

  • April 7, 2019

Ekspor teh Indonesia melonjak tinggi tahun ini. Program tanam teh oleh pemerintah berkontribusi besar pada peningkatan produksi dan kualitas teh saat ini. Badan Pusat Statistik mencatat, ekspor teh mencapai nilai US$ 5,31 juta pada Januari hingga Agustus 2018, naik 130,85% dari periode sama tahun lalu hanya US$ 2,3 juta. Direktur Eksekutif Dewan Teh Indonesia (DTI) Suharyo Husen menyatakan, pasar Eropa, terutama Inggris dan Belanda meningkatkan pembelian pada teh Indonesia. Hal ini sejalan dengan peningkatan produksi dan kualitas teh Indonesia.

Dulu kita hanya ekspor teh bulk saja, sekarang ada teh organik, teh putih dan oolong tea, jelas Suharyo, Kamis (27/9). Suharyo menyebut permintaan teh kering dalam jumlah besar alias bulk biasanya darang dari Hong Kong, Jepang, Malaysia, Pakistan, Singapura, Thailand dan Filipina. Teh tersebut untuk campuran minuman dalam kemasan atau teh celup. Sedangkan pasar teh premium adalah ke Inggris, Belanda dan Amerika Serikat.

Bersamaan peningkatan permintaan, produktivitas teh Indonesia juga membaik. DTI memperkirakan produksi teh nasional mencapai 140.000 ton, naik dari tahun lalu di 139.000 ton. Adapun, hingga semester pertama tahun ini, produksi telah mencapai 105.000 ton.

Kini produksi lebih baik karena sejak 2014 ada Gerakan Penyelamatan Agribisnis Teh Nasional, produksi meningkat, lahan tetap dipertahankan jangan sampai berkurang lagi dan industri mulai terbuka sangat membantu petani, jelas Suharyo. Nugroho B. Koesnohadi, Ketua Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo) mengakui produktivitas teh meningkat. Namun, lahan tanam teh berkurang, hanya seluas 117.000 hektar pada tahun ini, merosot dari tahun 2016 yang mencapai 140.000 ha.

Kalau produksi tidak dijaga, teh dari Vietnam bisa menyerang pasar. Teh Vietnam lebih murah, tapi kualitasnya juga rendah. Teh Indonesia diminati pasar ekspor karena ada rasa khas, jelas Nugroho. Kini harga teh hitam Indonesia di kisaran US$ 1,5 – 2 per kilogram (kg). Harga tersersebur tergolong murah karena harga teh di pasar internasional pernah mencapai US$ 3 per kg.