Gaya Belajar Anak

  • Maret 4, 2020

pascal-edu.com – Ada tiga gaya belajar yang umum dikenal, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Untuk menentukan gaya belajar apa yang menjadi preferensi anak prasekolah tidaklah mudah, karena anak masih dalam tahap mengembangkan pancaindranya dan ia akan mencoba berbagai gaya. Lagi pula, dalam praktiknya, penerapan gaya belajar tak selalu mutlak. Semakin tumbuh besar, anak akan menemukan dan mengembangkan sendiri mana gaya belajar yang paling sesuai untuknya. Kombinasi dua atau tiga gaya belajar adalah wajar. Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah kita harus selalu memberikan beragam pengalaman yang akan membuat anak mampu mengembangkan kekuatan dan minat dirinya, sehingga memperkaya wawasan anak.

TANTRUM: Wajar Saat Kecil, Bermasalah Saat Besar Hasil penelitian yang dimuat di The Journal of Pediatrics mengimbau para orangtua untuk menyikapi dengan serius apabila anak masih suka mengamuk dan memperlihatkan perilaku agresif atau destruktif ketika memasuki masa prasekolah, terutama bila frekuensinya sangat sering. “Bila tidak segera diatasi, perilaku ini akan terbawa hingga anak besar nanti dan bisa menjurus pada perilaku antisosial,” kata Dr. Ji Su Hong, salah satu peneliti dari Washington University School of Medicine, di St. Louis.

BELAJAR EMPATI TANPA HUKUMAN Dalam mengajarkan empati, mohon Mama Papa tidak memberlakukan hukuman pada anak. Hukuman tidak bisa menjadi jalan keluar, akan tetapi jalan pintas untuk kita agar anak melakukan sesuatu yang sesuai apa yang kita inginkan. Contoh yang baik bisa dilihat TK-TK di Kanada yang tidak menerapkan hukuman ketika dua anak saling berebut mainan, lalu anak yang satu jatuh dan sakit, anak yang merebut diajak guru untuk mendekati anak yang kesakitan dan membantu mengompres kaki yang sakit dengan es. Pada akhirnya anak belajar dan saling berteman dengan baik.

BERMAIN SEPEDA Ketika anak usia 4 tahun, Mama Papa bisa membelikan se peda roda dua dengan roda latihan ukuran kecil di bagian roda belakang. Anak akan menyesuaikan diri de ngan sepeda yang me miliki lingkar ban lebih besar, sadel yang lebih tinggi dari tanah, dan menjaga keseimbangan tubuh nya. Ia juga belajar memarkir sepedanya di tempat berukuran sesuai, bahkan mungkin meminta kita menjadi juru parkirnya. Setelah ia mahir bersepeda, ia juga semakin excited bertualang di luar rumah dan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

Toni

E-mail : admin2@jcitunis.com