Asupan Rendah Gula Pada Anak

  • Januari 22, 2020

Tahukah Ibu, dua tahun pertama adalah masa penting pertumbuhan anak? Pada usia 2 tahun, ukuran otak anak mencapai 75% berat otak dewasa dan tinggi badannya mencapai 50% tinggi badan orang dewasa. Perkembangan penglihatan, motorik, bicara, bahasa, emosi, logika anak juga sangat maju pesat pada usia 2 tahun pertama ini. Kekurangan atau kelebihan gizi pada masa ini dapat memengaruhi pertumbuhan dan kesehatan anak di masa depan.

Oleh sebab itu, si kecil harus mendapatkan asupan gizi yang cukup. Caranya dengan memberikan berbagai macam makanan agar ia mendapatkan seluruh jenis zat gizi yang dibutuhkan. Sayangnya beberapa anak sering kali memilih-milih makanan, sehingga dapat meningkatkan risiko defisiensi gizi. Padahal ibu dapat berkontribusi dalam membentuk perilaku makan anak sejak dini, terutama dalam hal preferensi rasa.

Walaupun kemampuan mengenal rasa dimulai sejak bayi masih dalam kandungan seiring dengan perkembangan dan berfungsinya indra pengecap, tetapi pengalaman mengenal rasa dan lingkungan setelah bayi dilahirkan juga ikut memengaruhi perkembangan preferensi rasa. Cairan ketuban pada kandungan ibu dan cairan ASI mengandung molekul-molekul dari diet ibu, sehingga bayi di dalam kandungan mulai belajar mengenal rasa melalui rasa pada cairan ketuban ini.

Pengalaman mengenal rasa awal ini sebagai fondasi untuk perkembangan kesukaan makanan sepanjang kehidupan selanjutnya dan terbentuk dengan pengaruh lingkungan, biologis, dan sosial. Segera setelah bayi dilahirkan, bayi akan menunjukkan secara khas ekspresi kesukaan rasa terhadap manis dan gurih yang merupakan respons positif, pahit, dan kecut sebagai respons negatif. Rasa dan respons bayi tersebut mungkin merupakan refleksi secara biologis untuk mengenal makanan mana yang mengandung padat kalori dan protein yang bisa dikonsumsi dan makanan yang sekiranya merupakan racun yang harus ditolak.

Awal suka dan tidak suka bayi dipengaruhi oleh kesukaan alamiah ini, tetapi kemudian juga dipengaruhi oleh paparan lingkungan. Demikian juga terhadap rasa yang tad inya disukai, anak bisa berkembang menjadi tidak menyukai suatu rasa karena pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan terhadap rasa tersebut. Misalnya, karena pernah dipaksa makan pada saat belum lapar. Dengan semakin bertambahnya umur anak, pengaruh sejumlah faktor seperti lingkungan sebayanya dan ketersediaan makanan akan ikut membentuk kesukaan makanan dan perilaku makan anak.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing tentunya berikan ia pelatihan di tempat les bahasa Perancis terbaik di Jakarta.

Toni

E-mail : admin2@jcitunis.com