Asupan Rendah Gula Pada Anak Bagian 2

  • Januari 22, 2020

Rasa manis berlebihan yang di biasakan sejak dini akan berkontribusi terhadap preferensi makan si kecil. Sebuah penelitian di Turku, Findlandia pada anak usia 1-9 tahun menunjukkan bahwa anak de ngan asup an rendah gula me ngonsumsi protein lebih banyak dibanding dengan kelompok anak dengan tinggi gula. Mereka juga cen derung menerima lebih ba nyak vitamin E, niasin, kalsium, zat besi, zink, dan makanan berserat dibanding kelompok anak dengan tinggi gula.

Hal ini karena anak-anak pada kelompok rendah gula mengonsumsi lebih banyak sumber makanan padi, sayuran, daging, ikan dan olahan susu sapi daripada kelompok lain. Hasilnya, anak-anak dengan asupan rendah gula pertumbuhannya lebih baik dibanding dengan anak-anak dengan tinggi gula. Lalu, masih perlukah menambahkan gula pada MPASI? Gula dalam MP-ASI berfungsi sebagai pembuat rasa manis dan sumber energi. Namun jumlahnya dalam MP-ASI tidak perlu berlebihan.

Untuk MP-ASI buatan pabrik, kadar gulanya harus memenuhi syarat Codex Alimentarius Commission. Codex merupakan badan yang didirikan oleh FAO dan WHO yang salah satu tujuannya untuk melindungi kesehatan konsumen. Codex menyusun komposisi setiap zat gizi dengan rentang nilai minimal dan maksimal yang berbasis bukti menjamin tumbuh-kembang bayi. Nah Ibu, cermati pemberian gula pada si kecil. Pemberian gula yang rendah pada MP-ASI mempunyai beberapa keuntung an yaitu bayi belajar dengan rasa yang tidak terlalu manis sejak awal kehidupan untuk mencegah berkembangnya preferensi rasa terlalu manis di masa anak maupun dewasa.

– Asupan gizi pada 2 tahun pertama kehidupan menentukan pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan si kecil di masa depan.

– Asupan rendah gula pada anak membentuk perilaku makan dan hasil tumbuh kembang yang lebih baik.

Toni

E-mail : admin2@jcitunis.com