Ragam Mainan dan Permainan

  • Oktober 17, 2019

Mama Papa pastilah ingat, mainan/permainan untuk si kecil perlu disesuaikan dengan usianya. Tapi seperti apa gambarannya, kami memberikan sekelumit panduannya untuk Anda.

1. Usia 0—6 Bulan Permainan sederhana yang dapat diberikan:

* Permainan ekspresi muka. Tersenyumlah pada bayi, lalu tertawalah. Lain waktu, tunjukkan ekspresi kaget, menangis, dan sebagainya.

* Sodorkan tangan untuk dimainkannya. Tambahkan suara yang menarik agar bayi menoleh ke arah Mama. “Hmmm… brum brum brum ciiiiittttt….” * Manfaatkan kain berwarna, pancing bayi dengan mengibarkan kain itu ke kanan dan kiri. Permainan ini baik untuk stimulasi indra penglihatan bayi.

* Untuk usia ini, beberapa mainan yang bisa menjadi koleksi di rumah adalah: ¦ Kerincingan berwarnawarni, pilih yang bentuknya mudah digenggam bayi. ¦ Boneka atau mobil-mobilan yang bisa mengeluarkan suara. Selain baik untuk mengasah indra perabanya, indra pendengarannya pun ikut terstimulasi. ¦ Mainan yang aman dimasukkan ke mulut, seperti teether. Jangan lupa, di tahap ini bayi senang mengambil apa pun untuk dimasukkan ke dalam mulut. Teether juga baik untuk merangsang giginya tumbuh.

  1. Usia 6—9 Bulan

* Bermain bola. Pilih bola yang lunak, jika perlu yang ada suara sehingga ia mau menangkapnya.

* Pada usia sekiar 8 bulanan, ia bisa diajak bermain galon air kosong. Ini dapat membantunya belajar berjalan karena galon air yang kosong ini ringan sehingga bayi kuat untuk mendorong maju dan akhirnya berjalan.

* Berdiri dekat dinding atau biarkan ia memegang gorden sebagai media untuk berjalan. Pastikan gorden dalam keadaan bersih dari debu dan kotoran. Bila perlu, siapkan tisu basah agar tangan bayi terjaga kebersihannya.

* Pasel sederhana. Mainan ini akan merangsang kemampuan motorik halus dan visualnya.

  1. Usia 9—12 Bulan * Ciptakan permainan dua arah, seperti: bermain gelinding bola atau bertepuk tangan. * Bermain cilukba. Meski sederhana, permainan ini membuat bayi belajar bahwa sesuatu yang hilang (wajah yang ditutup) tidak akan hilang selamanya, tapi akan muncul kembali. Ini akan membuatnya tahu ketika ia ditinggal maka papa mama akan datang lagi untuk dia.

* Coba ajukan berbagai pertanyaan sederhana yang membuat bayi belajar berpikir untuk “memberikan jawaban”. Apa pun jawabannya, berikan respons positif. Misal, “Nak, Papa ke mana, ya?” Tunggu sebentar untuk mendengar “jawabannya”. Misal dia berkata tak jelas “pa…pa… ja…” “Oh kerja, iya, Papa lagi kerja.” Meski jawabannya masih tak jelas, yakinlah mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan baik untuk perkembangan otaknya.

* Berikan gelas, piring, sendok, dan garpu plastik. Saat ia memegangnya, jelaskan kegunaannya, tetapi jangan menghambat daya imajinasi bayi. Misal, tiba-tiba ia menaruh piring makannya di atas kepala, seakan sebuah topi. Biarkan saja agar fantasinya berkembang.

* Mobil-mobilan yang berjalan bila dikayuh oleh kaki. Ini akan merangsang keterampilannya berjalan.

* Flash card. Kartu-kartu bergambar ini akan membantu menambah kosakatanya. Dari namanama binatang, buah, sayuran, dan lainnya.

Toni

E-mail : admin2@jcitunis.com