Pelaksanaan Potty Training

  • Oktober 30, 2019

Sebelum memulai program, kosongkan jadwal Mama di akhir pekan. Pastikan sepanjang 3 hari di akhir pekan memang difokuskan pada potty training. Pastikan pula, Papa bisa menyediakan waktu luang di akhir pekan tersebut untuk mendampingi Mama melaksanakan program ini.

  • Hari pertama program potty training. Dampingi batita segera setelah bangun, ajak ke toilet untuk buang air, manfaatkan potty di toilet. Namun, bila diamati si batita sudah tidak tertahankan, beri kesempatan padanya untuk buang air di kamar tidur dengan menggunakan potty. Umumnya setiap bangun tidur, anak memiliki rutinitas BAK dan BAB. Sepanjang hari itu, tugas Mama dan Papa adalah mengamati tandatanda bila si batita akan buang air.

Atur waktu dengan membuat perkiraan, kapan waktu si batita akan berkemih atau buang air besar. Umumnya, pagi hari sebelum banyak beraktivitas, selanjutnya menjelang siang setelah minum susu atau mengonsumsi makanan selingan dan siang hari setelah makan siang atau menjelang tidur siang, terakhir sore hari menjelang mandi. Nah, menjelang waktu atau jadwal berkemih, siapkan potty di ruangan yang dekat dengan aktivitas si kecil.

Jangan lupa berikan penghargaan atau pujian, bila si kecil berhasil bertoilet. Cukup dengan pelukan atau acungan tanda jempol, ini akan semakin menambah rasa percaya diri si anak. Setelah 10—12 kali, umumnya anak-anak akan mulai menggunakan toilet secara mandiri. Ketika anak mengalami “kecelakaan”, jangan katakan, “Tidak apa-apa.” Sebaliknya, katakan dengan suara kecewa bahwa buang air besar atau kecil harus ke toilet. Bantu anak membersihkan bekas buang airnya dengan meletakkan tangan Mama di atasnya.

Tapi jangan berteriak kepada anak ataupun menunjukkan ekspresi malu ketika terjadi “kecelakaan.” Sebelum waktu tidur siang dan waktu tidur malam, beri tahu anak bahwa sudah waktunya untuk ke toilet. Jangan pernah melontarkan kata permintaan, karena biasanya anak akan mengatakan tidak. Sebaiknya sepanjang hari pertama program ini tidak bepergian atau keluar rumah agar lebih mudah melakukan pengamatan.

  • Hari kedua program potty training. Pada hari kedua ini sama dengan hari pertama, terapkan aturan yang sama dengan hari pertama. Satu-satunya perbedaan adalah pada hari kedua ini, Mama bisa mengajak batita pergi keluar bersama-sama. Melalui kegiatan ini, Mama dapat menyampaikan penggunaan toilet sebelum meninggalkan rumah.

Dengan cara ini, Mama dapat “melatih anak untuk buang air kecil pada perintah” sebelum pergi keluar. Ketika pergi keluar, jangan kenakan pospak, biarkan anak memakai celana biasa. Ini sekaligus memberikan pemahaman bahwa bila bepergian tidak lagi menggunakan pospak, hanya mengunakan celana biasa. Untuk berjaga-jaga bila terjadi “kecelakaan”, bawa pakaian cadangan secukupnya. Untuk lokasi bepergian disarankan yang dekat dengan rumah. Sebelum keluar, minta anak untuk bertoilet.

  • Hari ketiga program potty training. Ikuti petunjuk untuk hari pertama, tapi pada hari ketiga, Mama bisa mengajak batita pergi keluar selama satu jam di pagi hari dan satu jam di sore hari. Setiap kali akan keluar, biasakan anak menggunakan toilet sebelum meninggalkan rumah. Jangan lupa membawa potty perjalanan dan pakaian ganti.

Setelah hari ketiga ini, umumnya batita sudah terbiasa dan lancar dengan potty training. Agar program ini benar-benar berhasil, upayakan selama 3 bulan ke depan, Mama dan Papa menerapkan aturan-aturan yang sama dengan program potty training. Wajar bila terjadi beberapa kali “kecelakaan” dalam menjalankan program ini. Terapkan aturan yang sama dengan ketika menjalan program. Semoga setelah 3 bulan, sudah tidak ada lagi “kecelakaan” program.

Simak juga rekomendasi tempat kursus TOEFL IBT Jakarta terpercaya untuk Anda yang akan mengikuti tes TOEFL.

Toni

E-mail : admin2@jcitunis.com