Menteri Keuangan RI Yakin Dana Repatriasi Dari Tax Amnesty Bisa Bertahan Di Dalam Negeri

  • Agustus 27, 2019

Menteri Keuangan RI Yakin Dana Repatriasi Dari Tax Amnesty Bisa Bertahan Di Dalam Negeri

Konsultan Pajak Jakarta Selatan – Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati meyakini jika dana repatriasi dari program amnesti pajak akan bertahan di dalam negeri setelah holding period berakhir di tahun ini. Sebagaimana yang diketahui, jika program amnesti pajak yang telah bergulir sejak 2016 menjanjikan tarif yang jauh lebih kompetitif atas repatriasi asset daripada pilihan deklarasi, asalkan, dana bisa dialihkan ke dalam negeri agar bisa bertahan setidaknya selama 3 tahun sepanjang masa tahan dana tersebut.

Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani mengatakan jika aset repatriasi dalam negeri masih mampu memberikan timbal balik hasil yang lebih baik di tengah lemahnya ekonomi global. Sekarang ini, hampir sebagian besar WP melakukan repatriasi aset dan berkomitmen untuk menggunakan dana sebagai reinvestasi di dalam negeri, entah itu dari perusahaan yang telah terafiliasi dengan kelompok bisnisi dalam bentuk instrument lainnya.

Walaupun demikian, Kementerian Keuangan akan terus memantau timbal balik dari penggunaan instrument ivestasi di dalam negeri dengan BI dan OJK supaya dana repatriasi tetap berada di dalam negeri. Banyak kalangan yang memperkirakan periode akhir dari holding periode program amnesti pajak ini akan menciptakan likuiditas perbankan terserap habis.

Dana repatriasi amnesti pajaknya kurang lebih sebesar Rp. 140 triliun dan dikatakan memiliki potensi kembali berbalik keluar agar ada imbal hasil lebih tinggi karena jika tidak dilakukan penerbitan insentif lanjutan. Sedangkan, Ditjen Pajak mengklaim jika kepatuhan dari WP pribadi yang termasuk peserta tax amnesty entah itu dari aspek materil atau formal akan mengalami peningkatan.

Yon Arsal selaku Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak mengatakan jika rata-rata kepatuhan wajib pajak dari peserta tax amnesty yang melakukan setoran pajak naik hingga 39%, nilai ini jauh lebih tinggi daripada wajib pajak yang tidak terdaftar mengikuti tax amnesty.

“Pajak penghasilan 29 mengalami pertumbuhan yang jauh lebih baik pasca mengikuti pengampunan pajak, karena mereka menjadi lebih nyaman untuk melaporkan aset tertentu yang dimiliki” ungkap Yon.

Berdasarkan hasil pengampunan pajak, walaupun deklarasi harta mencapai Rp. 4.884 triliun namun rata-rata WP baru mencapai 60% dari total harta yang dimiliki. Sebanyak, Rp. 147 triliun dari repatriasi dan Rp. 138 triliun yang telah terealisasi, dengan itu terdapat selisis Rp. 9 triliun yang belum sempat direalisasikan.

Toni

E-mail : admin2@jcitunis.com