Aplikasi Bata Ekspos Pada Dinding Eksisting

  • Juli 23, 2019

Bagi Anda yang ingin menerapkan bata ekspos pada hunian yang sudah berdiri, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut.

  1. Ketrik bidang dinding yang ingin diterapkan teknik bata ekspos.
  2. Bila tidak ingin merusak dinding dengan cara di-ketrik, Anda bisa menempelkan lembaran teakblock di bidang dinding yang diinginkan.
  3. Gunakan bata tempel pada teknik ekspos ini. Untuk menempelkan dinding dengan bata, diwajibkan menggunakan jenis semen instan.
  4. Seperti halnya mengaplikasikan keramik pada lantai, Anda bisa menggunakan bantuan benang agar aplikasi bata lebih rapi dan sejajar.
  5. Jangan lupa sisakan tempat untuk meletakkan nat. Gunakan warna nat sesuai dengan selera Anda. Pastikan warnanya sesuai dengan ruang yang diusung. Ketebalan nat yang dianjurkan 1,5-2cm. Tapi, ada pula yang tidak menggunakan nat, tergantung selera Anda.
  6. Diamkan selama 1 jam untuk membuat senyawa aditif pada semen instan bekerja.
  7. Setelah itu, lapisi bata ekspos dengan pelapis anti-jamur dan debu. Dinding ekspos pun sudah menghiasi hunian Anda.

Asal Usul Batu Bata

Tahukah Anda, batu bata sudah ditemukan manusia sejak zaman Mesopotamia, sekitar tahun 8.000 SM (sebelum Masehi). Pertama kali mereka menemukan bahwa tanah liat dapat dibentuk dan dijadikan material bangunan. Lumpur tebal dan tanah liat yang banyak ditemui di sungai-sungai diketahui sangat cocok untuk pembuatan batu bata. Pada saat itu, batu bata pun menjadi material utama yang digunakan untuk mendirikan sebuah bangunan.

Menara Babel misalnya, yang dibangun menggunakan batu bata yang dijemur. Penyebaran batu bata pun terus meluas ke berbagai negara, seperti Mesir, Inggris, Italia, Afrika Utara, dan Amerika Serikat. Masuknya batu bata di kawasan Inggris ditengarai oleh serangan Roma pada tahun 54 SM. Salah satu penggunaan batu bata dapat terlihat dari bangunan Kastil Colchester yang dibangun dari 1.080 batu bata bekas. Sementara itu, orang Mesir menggunakan material batu bata untuk pembuatan rumah dan rumah suci.

Batu bata yang digunakan adalah bata yang telah dijemur dahulu kemudian dibakar di dalam sebuah tungku. Kemunculan teknik pembakaran dengan tungku ini pun menjadi sebuah terobosan baru bagi industri bata. Pasalnya, teknik pembakaran diyakini akan menghasilkan batu bata yang lebih awet dan kuat. Tungku batu bata pertama kali dioperasikan di Amerika Serikat sekitar tahun 1650-an. Hingga saat ini, teknik pembakaran pun terus diterapkan guna menghasilkan produk batu bata yang kuat dan tahan lama.

Sebuah rumah perlu dilengkapi dengan sebuah genset sebagai sumber listrik cadangan apabila listrik dari PLN sedang padam. harga genset untuk rumah tangga yang murah bisa dibeli dari toko suplier genset silent 250 kva di Malang. Toko genset yang terbaik adalah PT. Rajawali Indo yang memberikan harga diskon di setiap pembelian unit baru.

Toni

E-mail : admin2@jcitunis.com