Dua Pendatang Baru Emiten Tunda Masuk IPO

Dua Pendatang Baru Emiten Tunda Masuk IPO

  • Maret 29, 2019

Dua Pendatang Baru Emiten Tunda Masuk IPO – Harapan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menggaet pendatang baru lebih banyak berpeluang meleset dari target. Sebab, sejumlah perusahaan memutuskan menunda pelaksanaan initial public offering (IPO). Silvano Rumantir, Direktur Utama Mandiri Sekuritas, mengatakan, paling tidak ada dua hingga tiga calon emiten yang menunda IPO. “Tadinya mau tahun ini, jadi tahun depan,” ujar dia, Rabu (26/9). Sayang, Silvano tidak bersedia merinci perusahaan mana saja yang urung IPO. Yang terang, dua perusahaan tersebut merupakan produsen cat dan pipa.

Menurut catatan media, produsen pipa yang sempat mengumumkan niat IPO adalah PT Wahana Duta Jaya Rucika. Sedang perusahaan cat ada PT Avia Avian. Rencana IPO kedua perusahaan ini memang beberapa kali tertunda. Sekadar informasi, Wahana Duta mengincar Rp 2,5 triliun dari IPO. Sedang Avian disebut-sebut mengincar dana segar lebih dari Rp 3 triliun. Silvano memastikan, IPO hanya ditunda, bukan batal. Rencana IPO kemungkinan ditunda hingga tahun depan setelah pemilu. “Keduanya memang punya alternatif pendanaan.

IPO tetap menjadi salah satu opsi, cuma kelihatannya belum saat ini,” jelas dia. William Surya Wijaya, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas, mengatakan, ada sejumlah faktor yang memang bisa membuat perusahaan memilih menunda IPO. Salah satunya adalah, momentum pasar. Bisa dibilang, ini merupakan faktor utama. “Momentum muncul saat ada euforia investor, saat pasar saham sedang naik-naiknya,” ujar William. Persepsi pasar juga bisa menjadi salah satu faktor pertimbangan.

Calon emiten bisa saja urung IPO ketika melihat kondisi makroekonomi sedang kurang menguntungkan iklim bisnis perusahaan. Sebab, hal itu akan mempengaruhi profil risiko perusahaan di mata para calon investor. Makin tinggi risikonya, maka peluang menetapkan harga tinggi dan memaksimalkan penyerapan saham baru pun mengecil. Baik Avian dan Wahana Duta bergerak di segmen manufaktur yang masih butuh banyak bahan baku impor. “Secara kinerja mereka melihat adanya pengaruh dari kurs, apakah ada utang luar negeri atau tidak,” cetus William.

Toni

E-mail : admin2@jcitunis.com