BMW X6 Seperti Memiliki Indra Keenam

  • Maret 27, 2019

Generasi terbaru BMW X6 sudah di perkenalkan di Indo nesia pada Ju ni lalu. Cuma dipasarkan satu model, yaitu BMW X6 xDrive35i yang dibekali mesin bensin 6- silinder segaris 3.000 cc berteknologi TwinPower Turbo, Valvetro nic, Double VANOS, dan High Precision Injection. Saat mengikuti BMW xDrive Adventure di Chiang Rai, Thailand pa da akhir juli lalu, saya bertemu dengan versi dieselnya. BMW xDrive30d merupakan mobil terakhir yang saya jajal di acara tersebut. Ia menjadi sebuah encore dalam petualangan selama 2 hari bersama keluarga Seri-X BMW.

SUV ini pakai mesin diesel 6-silinder segaris dengan teknologi common-rail direct injection dan TwinPower Turbo. Mesin yang dikombinasikan transmisi otomatis 8-speed ini mampu menghasilkan tenaga 258 dk dan torsi puncak 560 Nm. Mesin ini sangat bertenaga. Walau diset di mode ECO Pro atau Comfort, ia dapat dengan mudah melahap tanjakan panjang yang banyak ditemui di wilayah ini. Apalagi ketika mode Sport aktif, tenaga yang disalurkan lebih beringas. Tekan sedikit pedal gas, mobil langsung melaju cepat.

Transmisi otomatis 8-speed X6 juga bereaksi dengan sigap. Perpindahan gigi, naik atau turun, berlangsung dengan cepat. Walau begitu pergantiannya berlangsung dengan halus. Ini membuat nafsu untuk mengeksplorasi performanya enggak pernah padam. Apalagi ia didukung sasis bagus, suspensi canggih, dan teknologi sistem penggerak roda permanen xDrive. Walaupun bodinya besar dan bobot 2.140 kg, X6 selalu bisa melibas tikungan dengan gerakan bodi minimal dan traksi optimal di semua roda.

Sistem ini membuat mobil seperti memiliki “sixth sense”. “Indera keenam” yang mampu mendeteksi terjadinya understeer atau oversteer. Sebelum hal tersebut terjadi, xDrive akan mencegahnya. Sehingga mobil tetap stabil melewati tikungan dengan traksi melimpah Walau begitu, kemampuan meredam guncangannya enggak dikorbankan. Bantingan suspensi terasa lembut kala melewati jalanan berbatu atau berlubang.

Kualitas seperti ini jarang ditemui di sebuah SUV. Salah satu kelemahan X6 ada di soal kepraktisan, khususnya pada bagian bagasi. Posisi lantai bagasi tergolong tinggi cukup merepotkan kala memasukan barang yang berat dan besar. Posisi bukaan bagasi pun tergolong tinggi. Cukup menyulitkan untuk menekan tombol penutupnya bagi orang Indonesia dengan tinggi rata-rata. Satu lagi, blind spot di area belakang cukup besar. Ini karena bentuk atap yang menyerupai coupe dan kaca belakang yang ukurannya kecil. Untungya X6 dibekali teknologi kamera parkir, jadi mudah untuk memantau kondisi bagian belakang mobil.

Toni

E-mail : admin2@jcitunis.com