Ekspor Teh Semakin Meningkat

Ekspor Teh Semakin Meningkat

  • April 7, 2019

Ekspor teh Indonesia melonjak tinggi tahun ini. Program tanam teh oleh pemerintah berkontribusi besar pada peningkatan produksi dan kualitas teh saat ini. Badan Pusat Statistik mencatat, ekspor teh mencapai nilai US$ 5,31 juta pada Januari hingga Agustus 2018, naik 130,85% dari periode sama tahun lalu hanya US$ 2,3 juta. Direktur Eksekutif Dewan Teh Indonesia (DTI) Suharyo Husen menyatakan, pasar Eropa, terutama Inggris dan Belanda meningkatkan pembelian pada teh Indonesia. Hal ini sejalan dengan peningkatan produksi dan kualitas teh Indonesia.

Dulu kita hanya ekspor teh bulk saja, sekarang ada teh organik, teh putih dan oolong tea, jelas Suharyo, Kamis (27/9). Suharyo menyebut permintaan teh kering dalam jumlah besar alias bulk biasanya darang dari Hong Kong, Jepang, Malaysia, Pakistan, Singapura, Thailand dan Filipina. Teh tersebut untuk campuran minuman dalam kemasan atau teh celup. Sedangkan pasar teh premium adalah ke Inggris, Belanda dan Amerika Serikat.

Bersamaan peningkatan permintaan, produktivitas teh Indonesia juga membaik. DTI memperkirakan produksi teh nasional mencapai 140.000 ton, naik dari tahun lalu di 139.000 ton. Adapun, hingga semester pertama tahun ini, produksi telah mencapai 105.000 ton.

Kini produksi lebih baik karena sejak 2014 ada Gerakan Penyelamatan Agribisnis Teh Nasional, produksi meningkat, lahan tetap dipertahankan jangan sampai berkurang lagi dan industri mulai terbuka sangat membantu petani, jelas Suharyo. Nugroho B. Koesnohadi, Ketua Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo) mengakui produktivitas teh meningkat. Namun, lahan tanam teh berkurang, hanya seluas 117.000 hektar pada tahun ini, merosot dari tahun 2016 yang mencapai 140.000 ha.

Kalau produksi tidak dijaga, teh dari Vietnam bisa menyerang pasar. Teh Vietnam lebih murah, tapi kualitasnya juga rendah. Teh Indonesia diminati pasar ekspor karena ada rasa khas, jelas Nugroho. Kini harga teh hitam Indonesia di kisaran US$ 1,5 – 2 per kilogram (kg). Harga tersersebur tergolong murah karena harga teh di pasar internasional pernah mencapai US$ 3 per kg.

Antisipasi Pelemahan Rupiah Lebih Dalam

Antisipasi Pelemahan Rupiah Lebih Dalam

  • Maret 29, 2019

Antisipasi Pelemahan Rupiah Lebih Dalam – Hasil The Federal Open Market Committee FOMC Meeting bakal menjadi perhatian utama pelaku pasar hari ini. Selain itu, dari dalam negeri, Bank Indonesia diperkirakan bakal merespons kebijakan moneter The Fed tersebut. Kondisi ini bakal berdampak signifikan pada pergerakan nilai tukar rupiah. Pelaku pasar meyakini The Fed akan menaikkan suku bunga. BI diprediksi akan merespons dengan kebijakan serupa. Lalu, bagaimana arah kurs rupiah selanjutnya?

Head of Economic & Research UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja mengatakan, mata uang Garuda masih akan bergerak dengan rentang lebar. “Sebab, sepanjang September ini saja, rupiah sanggup menguat ke bawah Rp 14.800 namun juga beberapa kali menyentuh resistance di atas Rp 14.900 per dollar AS,” jelas dia, Rabu (26/9).

Meskipun begitu, Enrico memandang volatilitas mata uang rupiah sekarang ini sudah lebih baik dan sejalan dengan pergerakan mata uang regional lainnya. Analis Monex Investindo Futures Faisyal menilai, BI memang perlu menaikkan suku bunga acuan, karena rupiah sudah semakin mendekati level psikologis Rp 15.000 per dollar AS. Jika pernyataan petinggi The Fed bernada hawkish, kenaikan suku bunga memang harus dilakukan agar nilai tukar tidak bergerak liar ke atas Rp 15.000. Hal ini dianggap bakal memberi sentimen negatif pada pasar keuangan dalam negeri.

Penyebab Dari Faktor Eksternal

Enrico juga menambahkan, rupiah juga masih tertekan sentimen dari dalam negeri, yakni struktur current account deficit (CAD). Akan tetapi, ia cukup meyakini semua kebijakan moneter dan fiskal yang dipilih pemerintah setidaknya dapat meredam volatilitas kurs.

Karena itu, Enrico memprediksi nilai tukar rupiah bakal berada di rentang Rp 14.890– Rp 15.000 per dollar AS akhir tahun nanti. Ferry Latuhihin, Senior Chief Economist PPA Kapital, punya pendapat berbeda. Ia memprediksi, nilai tukar rupiah sulit menguat ke bawah level Rp 15.000 per dollar AS di akhir tahun nanti. “Bahkan, terdapat indikasi rupiah bbakal overshooting ke level yang lebih tinggi yakni, Rp 15.500 per dollar AS,” ujar dia. Penyebabnya, faktor eksternal yang mendorong penguatan dollar AS ke depan masih lebih kuat dan sulit diatasi dengan kenaikan suku bunga semata.

Pertama, The Fed akan tetap konsisten dengan kebijakan pengetatan moneter sampai tahun depan. “The Fed mengatasi kebijakan fiskal Presiden Trump yang cenderung longgar sehingga harus terus menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi,” kata Ferry. Dengan demikian, nasib mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia, masih di ambang pelemahan.

Kedua, perang dagang antara AS dan China masih terus berlanjut. Hal ini akan menciptakan ketidakpastian yang berkelanjutan terhadap perekonomian global. Namun, potensi rupiah mengalami penguatan dibawah Rp 15.000 juga terbuka lebar dalam jangka pendek ini. Tapi, Ferry meyakini kedua kondisi tersebut tidak bertahan lama sebab dalam jangka panjang ia lebih melihat ekuilibrium rupiah yang baru di posisi pada level Rp 15.000 per dollar AS.

Faisyal memperkirakan level nilai tukar rupiah masih tidak akan jauh dari rentang Rp 14.900-Rp 15.000 sampai akhir tahun. “Bahkan, terburuknya rupiah bisa sampai Rp 16.000, karena periode September-Desember banyak perusahaan membutuhkan dollar untuk pembayaran utang, maupun kebutuhan masyarakat menjelang libur akhir tahun,” ujar dia.

Dua Pendatang Baru Emiten Tunda Masuk IPO

Dua Pendatang Baru Emiten Tunda Masuk IPO

  • Maret 29, 2019

Dua Pendatang Baru Emiten Tunda Masuk IPO – Harapan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menggaet pendatang baru lebih banyak berpeluang meleset dari target. Sebab, sejumlah perusahaan memutuskan menunda pelaksanaan initial public offering (IPO). Silvano Rumantir, Direktur Utama Mandiri Sekuritas, mengatakan, paling tidak ada dua hingga tiga calon emiten yang menunda IPO. “Tadinya mau tahun ini, jadi tahun depan,” ujar dia, Rabu (26/9). Sayang, Silvano tidak bersedia merinci perusahaan mana saja yang urung IPO. Yang terang, dua perusahaan tersebut merupakan produsen cat dan pipa.

Menurut catatan media, produsen pipa yang sempat mengumumkan niat IPO adalah PT Wahana Duta Jaya Rucika. Sedang perusahaan cat ada PT Avia Avian. Rencana IPO kedua perusahaan ini memang beberapa kali tertunda. Sekadar informasi, Wahana Duta mengincar Rp 2,5 triliun dari IPO. Sedang Avian disebut-sebut mengincar dana segar lebih dari Rp 3 triliun. Silvano memastikan, IPO hanya ditunda, bukan batal. Rencana IPO kemungkinan ditunda hingga tahun depan setelah pemilu. “Keduanya memang punya alternatif pendanaan.

IPO tetap menjadi salah satu opsi, cuma kelihatannya belum saat ini,” jelas dia. William Surya Wijaya, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas, mengatakan, ada sejumlah faktor yang memang bisa membuat perusahaan memilih menunda IPO. Salah satunya adalah, momentum pasar. Bisa dibilang, ini merupakan faktor utama. “Momentum muncul saat ada euforia investor, saat pasar saham sedang naik-naiknya,” ujar William. Persepsi pasar juga bisa menjadi salah satu faktor pertimbangan.

Calon emiten bisa saja urung IPO ketika melihat kondisi makroekonomi sedang kurang menguntungkan iklim bisnis perusahaan. Sebab, hal itu akan mempengaruhi profil risiko perusahaan di mata para calon investor. Makin tinggi risikonya, maka peluang menetapkan harga tinggi dan memaksimalkan penyerapan saham baru pun mengecil. Baik Avian dan Wahana Duta bergerak di segmen manufaktur yang masih butuh banyak bahan baku impor. “Secara kinerja mereka melihat adanya pengaruh dari kurs, apakah ada utang luar negeri atau tidak,” cetus William.

Merek Genset Terbaik

Merek Genset Terbaik Pilihan Orang Indonesia

  • Maret 29, 2019

Penggunaan genset saat ini sangat meningkat. Termasuk di Indonesia yang mayoritas sudah menggunak genset dalam memenuhi kebutuhan listriknya. Genset mempunyai brand dan merek yang bervariasi, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Merek genset terbaik pilihan orang Indonesia yang pertama dilihat dari harga yang diberikan dan kualitasnya.

Merek Genset Terbaik Pilihan Orang Indonesia

Saat ini ada banyak merek genset dengan brand ternama dan terkenal. Berikut merek genset yang terkenal di Indonesia dan banyak digunakan oleh orang Indonesia.

  1. Genset merek Cummins

Merek genset ini mempunyai kapasitas 10 KVA sampai 2000 KVA. Genset ini berasal dari Inggris dengan kemampuan yang sangat handal dan ciamik. Sehingga Cummins banyak digunakan di perusahaan dan pabrik besar termasuk rumah sakit, kantor, hotel dan sebagainya. Harga genset ini sangat terjangkau sesuai dengan kualitas yang diberikan.

  1. Genset merek Mitsubishi

Mitsubishi adalah salah satu merek terkenal. Pabrik Mitsubishi sudah memproduksi genset dengan kapasitas 10 KVA sampai 2000 KVA. Type open dan silent pada genset. Genset ini berasal dari Jepang  dan saat ini menjadi andalan perusahaan untuk kebutuhan genset dengan kapasitas besar. Harga genset ini berbeda-beda tergantung dengan kapasitas dan typenya.

  1. Genset merek FG Wilson

Merek genset ini terkenal dengan awet dan tahan lama. FG Wilson berasal dari Inggris, yang merupakan perusahaan yang mempunyai teknologi mumpuni dan modern. Genset FG Wilson ini sangat mudah dioperasikan dengan kemampuan memberikan suplai listrik dalam jumlah besar. Kapasitasnya 10 KVA hingga 200 KVA dengan silent dan  tipe open. Harganya sesuai dengan kapasitas dan tipe genset tersebut.

  1. Genset merek Yanmar

Merek genset yang satu ini berasal dari Jepang. Brand Yanmar mempunyai kualitas yang baik dan handal. Dengan mesin genset yang sangar ramah dan halus sehingga tidak berusak lingkungan. Genset ini mempunyai garansi yang baik sehingga bila ada kerusakan dapat diperbaiki dengan mudah.

  1. Genset merek Deutz

Genset yang satu ini berasal dari Jerman. Mesin yang digunakn adalah diesel atau solar dengan kapasitas 20 KVA hingga 2000 KVA dengan tipe open dan silent. Merek yang satu ini sudah terpercaya sejak dulu sehingga menjadi faforit orang Indonesia untuk menggunakan genset merek Deutz.

Untuk mendapatkan genset tersebut, Anda dapat mendatangi pusat genset Makassar. Genset mempunyai berbagai jenis dengan kapasitas yang berbeda-beda. Sehingga Anda dapat mencari genset sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bukan Toko Buku Biasa

  • Maret 27, 2019

Di rak-raknya tersimpan bermacam ilmu pengetahuan, hiburan, budaya. Sementara gedungnya sendiri menyimpan sebuah sejarah kota. Toko buku Dominikaner di Maastricht dikunjungi orang bukan hanya koleksi buku-bukunya, melainkan sebagai salah satu destinasi wisata arsitektur. Kafe uniknya juga bisa jadi tempat nongkrong asyik. Tak heran, sebanyak 700.000 orang mengunjungi bangunan ini setiap tahunnya.

Dari Kandang Kuda Hingga Tempat Tinju

Gereja Dominikaner di Maastricht merupakan gereja gothik tertua di Belanda. Ia dibangun pada abad 13 masehi, dimulai tahun 1266, lalu menjadi sebuah gereja utuh pada tahun 1294. Gereja satu ini tak selalu berfungsi sebagai tempat ibadah. Tahun 1794, fungsinya sebagai rumah ibadah mulai terganggu. Ketika itu, tentara Napoleon dari Perancis merebut dan menggunakannya untuk tujuan militer.

Di abad ke-19, bangunan gereja ini sempat menjadi kandang kuda pasukan kavaleri. Bahkan menjadi tempat penyimpanan Guillotine, mesin pemenggal kepala manusia. Ada satu masa di mana bagian dalam gereja menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan tinju. Atau menjadi garasi sepeda. Atau tempat pameran mobil. Pernah pula menjadi tempat perayaan karnaval anak-anak setiap tahunnya. Sungguh sejarah panjang dan penuh warna dari sebuah bangunan gereja.

Menjadi Sebuah Toko Buku

Sejak tahun 2006, bangunan gereja Dominikaner kembali beralih fungsi. Kali ini menjadi sebuah toko buku. Bukan toko buku biasa, melainkan salah satu toko buku terindah di dunia. Sebelum jadi sebuah toko buku, kondisi konstruksi bangunan ini sungguh menyedihkan. Namun alihfungsi menghadirkan napas baru bagi gereja Dominikaner. Biasanya alihfungsi sebuah rumah ibadah akan mengurangi kesakralannya.

Akan tetapi, kantor arsitek Merkx + Girod dari Belanda berhasil menyulap bagian dalam sebuah gereja menjadi toko buku unik dan menarik. Agar kapasitas buku yang dijual lebih besar, ditambahkan dua lantai mezanin di dalamnya sehingga luas lantai yang semua berkisar 750m2, bertambah menjadi sekitar 1.200 m2.

Toko Buku Cantik

Bangunan gereja Dominikaner berada di sebuah gang. Di sekitarnya berdiri kafe dan rumah makan yang bangku-bangkunya meluber hingga di jalan bagian depan gereja. Di hari hangat nan cerah, bangku-bangku tersebut bakal dipenuhi pelanggan. Gerbang masuk toko buku terbuat dari besi berkarat. Permukaannya bertuliskan buku dalam berbagai bahasa dunia. Selain dari gerbang tersebut, tak terlihat perubahan mencolok di bagian luar bangunan gereja. Bagian dalamnya agak temaram.

Mirip suasana katedralkatedral gothik lainnya di Eropa. Sumber penerangan di dalam berasal dari deretan lampu dan jendela tinggi dekat atap yang kacanya berhias lukisan. Masuk ke gereja, isinya seperti terbagi dua. Satu sisi dibiarkan seperti aslinya; lampu-lampu digantung dengan kabel panjang di antara busur-busur runcing di atap. Di bawah kubah utama di bagian tengah gereja, ditambahkan ruangan berangka baja hitam sebanyak 2 lantai. Tidak tepat di tengah-tengah, namun agak sedikit ke tepi kanan, sehingga dari lantai dasar, kita masih bisa menikmati lukisan-lukisan di atap ruang utama gereja, di antara busur-busur lengkungnya.

Begitu, masuk, kita akan melihat kasir di sebelah kiri. Pengunjung toko buku Dominikaner tak hanya pecinta buku, namun juga pecinta arsitektur atau mereka yang hanya ingin menyaksikan keelokannya. Tak jarang orang menenteng kamera dan memotret di sana-sini. Lantai dasar gereja tidak diganti seluruhnya. Di beberapa bagian, kita masih bisa melihat sisa-sisa pahatan dan huruf-huruf yang terpatri di lantai. Bentuknya persegi dan permukaannya mengilap.

Surga Pecinta Buku

Pecinta buku bisa memilih salah satu atau beberapa dari sekitar 25 ribu eksemplar. Rak-raknya tertata rapi di antara pilar-pilar batu gereja. Sebuah denah mengelompokkan buku-buku berdasarkan jenisnya. Buku yang dijual kebanyakan berbahasa Belanda, namun ada juga buku berbahasa Inggris. Di satu sisi lantai dasar, di side aisle, akan kita temukan buku-buku hobi seperti buku memasak, buku traveling, olah raga, alam, hingga roman dan novel-novel dalam bahasa Belanda serta Inggris.

Di rak panjang dipajang buku literatur, puisi, thriller serta cerita fantasi. Di sisi lainnya, berbaris bukubuku literatur, ilmu pengetahuan, manajemen, ekonomi, musik, fotografi , desain, sosiologi, kesehatan, seni, dan arsitektur. Rakrak buku ini dipasang di antara atau di sekeliling pilar-pilar besar gereja. Salah satu satu sudut yang menarik perhatian adalah stan khusus buku-buku anak dan remaja. Letaknya di sebelah ruang paduan suara.

Pojok khusus anak ini terlihat ceria. Berhias balonbalon, poster, gantungan warnawarni, dan mainan. Di satu pojok terdapat mobil-mobilan kayu penuh buku. Rak-rak buku di sini dipasang sesuai dengan bentuk ruangan yang membentuk setengah lingkaran. Tangga dekat pilar tengah membantu kita naik ke lantai berikutnya. Lift tersedia bagi mereka yang membutuhkan. Naik ke lantai satu dan dua, akan kita temui rak-rak buku panjang dari berbagai bidang ilmu.

Tak hanya buku baru, beberapa buku bekas juga ikut dipajang di rak. Tempat paling sepi berada di lantai dua. Sekaligus paling nyaman. Rak-rak bukunya rendah. Bangku pendek disediakan untuk mereka yang ingin berlama-lama mengeksplor aneka buku. Atap satu sisi side aisle dan jendela kaca terasa dekat. Lampu-lampu panjang mempercantik bagian ini. Dari sini, kita bisa mengamati fresko di atap secara lebih baik. Apik dan menarik.

Sebuah toko buku tentunya dilengkapi dengan genset agar membuat pembaca tetap bisa menikmati membaca buku meskipun sedang terjadi pemadaman listrik dari pusat. Harga genset silent 450 kva di Surabaya yang murah bisa dibeli dari distributor resmi genset Perkins.

Sportscar Aston 4-Doors

  • Maret 27, 2019

Baru tahun ini Aston Martin resmi menancapkan taringnya di Indonesia. Sebuah jalan yang lantas mempertemukan kami dengan saloon sport 4 pintu, Aston Martin Rapide S. Ini adalah model generasi kedua setelah era Rapide berakhir di 2013. Dari segi tampilan ia hanya berubah di wajah depan. Desain grill yang sebelumnya terbagi dua, kini dibuat menyatu sehingga terlihat lebih lebar dan garang. Sisanya, tampilan eksterior nyaris tidak ada perubahan. Mulai dari headlamp, kap mesin, buritan dengan lekuk ducktail, lampu belakang, serta sepasang knalpot, masih begitu identik dengan tampilan Rapide sebelumnya.

Untungnya, Rapide S dibekali tongkrongan pelek yang lebih modern berukuran 20 inci. Ia nampak pas menopang tampilan dan mempertahankan kesan elegan dari mobil sepanjang 5 meter ini. Untuk masuk ke kabin, kami disambut tuas pintu horizontal yang unik. Desain tuas yang mungil ini, cukup membuat kami kewalahan saat harus membuka pintu. Oh ya, saat pintu terbuka penuh, terlihat kalau bukaannya cendrung terbuka naik alias semi gullwing di keempat pintu. Kesan nyaman kami rasakan saat duduk di jok semi bucket. Kulit jok yang halus dan empuk, kian menyenangkan dengan sistem pengaturan yang sudah elektronis dan dilengkapi memory seat.

Hal unik yang disuguhkan Rapid S di kabin ialah penempatan lubang kunci kontak. Ia rupanya ada di tengah dasbor dan tersamar bersama jajaran tombol transmisi. Mekanisme menghidupkan mesin cukup praktis seperti sistem engine start/stop meski bukan berupa tombol. Luapan ener gi langsung tera sa saat mesin 5.935cc dengan kon­ gurasi V12 dihidupkan. Awalnya ia menyalak begitu keras, namun saat idle terdengar semakin halus. Harus diakui lagi jika tingkat kesenyapan kabin Rapide S sudah begitu optimal. Tidak ada gerakan menggeser persneling, karena semua komponen transmisi tersaji dalam bentuk tombol.

Penasaran, kami memilih opsi mode kendara Sport. Laju mobil terasa sangat impresif. Hal ini tidak berlebihan mengingat tenaga melimpah mencapai 560 dk dengan torsi 630 Nm. Rapide S juga beruntung karena didukung penyempurnaan sistem transmisi otomatis 8 percepatan Touchtronic III. Evolusi yang diberikan ZF dimana Rapide sebelumnya hanya mengusung transmisi otomatis 6 percepatan. Hanya keterbatasan arealah yang membuat kami urung mencoba sprint 0-100 km/jam yang diklaim tuntas hanya dalam 4,4 detik saja.

Hal ini luar biasa, meng ingat bobot mobil mencapai hampir 2 ton. Impresi berken dara yang disuguhkan Rapide S murni seperti sportscar. Respon laju sa ngat sinkron begitu pedal gas diinjak. Didukung lingkar kemudi yang mantap dan presisi pada gerakan membelok sekecil apapun, membuat rasa berkendara menjadi menyenangkan. Di luar keganasan mesin, inilah mobil sport yang mengakomodir kebutuhan keluarga yang dinamis. Kabin model 2+2 sangat memadai untuk empat orang dewasa sekalipun.

Bahkan meski desain atap terlihat menukik di belakang, ruang kaki dan kepala di bangku baris kedua tersaji begitu lega. Nuansa hiburan juga jadi poin plus Rapide S. Sistem tata suara didukung merek kenamaan Bang & Olufsen berkekuatan 1.000 watt terdengar lebih dari cukup. Bahkan ruang bagasi juga seolah berlomba memberikan yang terbaik. Kargo dirancang cukup untuk menampung 1 tas golf beserta 4 tas lain berukuran sedang. Area ini juga bisa diperluas ketika sandaran punggung di kedua sisi jok baris kedua dilipat rata.

BMW X6 Seperti Memiliki Indra Keenam

  • Maret 27, 2019

Generasi terbaru BMW X6 sudah di perkenalkan di Indo nesia pada Ju ni lalu. Cuma dipasarkan satu model, yaitu BMW X6 xDrive35i yang dibekali mesin bensin 6- silinder segaris 3.000 cc berteknologi TwinPower Turbo, Valvetro nic, Double VANOS, dan High Precision Injection. Saat mengikuti BMW xDrive Adventure di Chiang Rai, Thailand pa da akhir juli lalu, saya bertemu dengan versi dieselnya. BMW xDrive30d merupakan mobil terakhir yang saya jajal di acara tersebut. Ia menjadi sebuah encore dalam petualangan selama 2 hari bersama keluarga Seri-X BMW.

SUV ini pakai mesin diesel 6-silinder segaris dengan teknologi common-rail direct injection dan TwinPower Turbo. Mesin yang dikombinasikan transmisi otomatis 8-speed ini mampu menghasilkan tenaga 258 dk dan torsi puncak 560 Nm. Mesin ini sangat bertenaga. Walau diset di mode ECO Pro atau Comfort, ia dapat dengan mudah melahap tanjakan panjang yang banyak ditemui di wilayah ini. Apalagi ketika mode Sport aktif, tenaga yang disalurkan lebih beringas. Tekan sedikit pedal gas, mobil langsung melaju cepat.

Transmisi otomatis 8-speed X6 juga bereaksi dengan sigap. Perpindahan gigi, naik atau turun, berlangsung dengan cepat. Walau begitu pergantiannya berlangsung dengan halus. Ini membuat nafsu untuk mengeksplorasi performanya enggak pernah padam. Apalagi ia didukung sasis bagus, suspensi canggih, dan teknologi sistem penggerak roda permanen xDrive. Walaupun bodinya besar dan bobot 2.140 kg, X6 selalu bisa melibas tikungan dengan gerakan bodi minimal dan traksi optimal di semua roda.

Sistem ini membuat mobil seperti memiliki “sixth sense”. “Indera keenam” yang mampu mendeteksi terjadinya understeer atau oversteer. Sebelum hal tersebut terjadi, xDrive akan mencegahnya. Sehingga mobil tetap stabil melewati tikungan dengan traksi melimpah Walau begitu, kemampuan meredam guncangannya enggak dikorbankan. Bantingan suspensi terasa lembut kala melewati jalanan berbatu atau berlubang.

Kualitas seperti ini jarang ditemui di sebuah SUV. Salah satu kelemahan X6 ada di soal kepraktisan, khususnya pada bagian bagasi. Posisi lantai bagasi tergolong tinggi cukup merepotkan kala memasukan barang yang berat dan besar. Posisi bukaan bagasi pun tergolong tinggi. Cukup menyulitkan untuk menekan tombol penutupnya bagi orang Indonesia dengan tinggi rata-rata. Satu lagi, blind spot di area belakang cukup besar. Ini karena bentuk atap yang menyerupai coupe dan kaca belakang yang ukurannya kecil. Untungya X6 dibekali teknologi kamera parkir, jadi mudah untuk memantau kondisi bagian belakang mobil.